Persatuan Lembaga Auditor Keuangan Negara Asean (Aseansai) menetapkan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI Hadi Poernomo sebagai Ketua Aseansai periode 2011-2013. Biro Hubungan Masyarakat dan Luar Negeri BPK dalam keterangan resmi Rabu malam menjelaskan ketetapan tersebut dihasilkan dalam sidang pertama Aseansai yang dihadiri oleh ketua badan pemeriksa se-Asean.
Selain itu, sidang tersebut juga menetapkan Auditor General Jabatan Audit Brunei Darussalam Pengiran Haji Abd. Rahman bin Pengiran Haji Mat Salleh sebagai Wakil Ketua ASEANSAI. “Proses pemilihan Ketua Aseansai dilakukan sesuai dengan Pasal 6 ayat (3) Aseansai Agreement yang menyatakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Aseansai ditentukan berdasarkan urutan abjad (nama negara), kecuali ditentukan lain oleh Assembly,” jelas BPK.
Sidang perdana Aseansai jugamenghasilkan beberapa kesepakatan, a.I. menetapkan Sekretaris Jenderal BPK Hendar Ristiawan sebagai Kepala Sekretariat Aseansai periode 2011-2013. Disepakati pula pembentukan empat komite, yakni Komite Rencana Strategis, Komite Aturan dan Prosedural, Komite Pertukaran Pengetahuan dan Komite Pelatihan.
Butir kesepakatan lainnya adalah penggunaan tenaga auditor dari BPK Malaysia untuk mengaudit laporan keuangan Aseansai. Pemprosesan Aseansai menjadi entitas yang berasosiasi dengan Asean dan pengembangan program magang auditor antar badan pemeriksa se-Asean.
Galang kerja sama
Hadi Poernomo, Ketua BPK RI sebelumnya mengatakan dengan tanggung jawab yang cukup besar dalam mendorong terciptanya godd governance, BPK se-Asean bermak-sud menggalang kerja sama dan komunikasi. Dengan begitu, kapasitas masing-masing diharapkan dapat meningkat.
Karena itu, dibentuklah Aseansei sebagai wadahnya dengan tujuan agar lembaga-lembaga auditor negara di kawasan Asia Tenggara dapat berkontribusi positif dan konstruktif pada komunitas Asean.
“Mudah-mudahan keberadaan Aseansai ini bisa berperan sebagai mitra dalam menciptakan komunitas Asean tersebut. Aseansai tidak akan mencampuri urusan BPK negara-negara anggotanya,” jelasnya.
Tan Sri Dato Setia Ambrin Buang, Direktur Badan Pemeriksa Keuangan Malaysia, mengatakan pemeriksaan keuangan negara merupakan pilar penting dalam menciptakan tata kelola yang baik di sektor publik. Untuk itu, profesionalisme dan kapasitas dari badan pemeriksa perlu terus ditingkatkan.
Bisnis Indonesia