Upaya penyehatan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) mendapat perhatian serius dari pemerintah. Karena itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka diri terhadap berbagai usulan perbaikan.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, dirinya tidak akan mempersoalkan jika Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit kinerja keuangan Merpati. “Kalau BPK masuk (mengaudit, Red), itu malah baik agar lebih transparan,” ujarnya kemarin (22/5).
Usulan agar kinerja Merpati diaudit BPK disampaikan oleh beberapa elemen dari kalangan internal Merpati. Mereka menginginkan adanya transparansi pengelolaan keuangan maskapai pelat merah tersebut.
Menurut Dahlan, penyuntikan modal melalui penyertaan modal negara (PMN) bukanlah solusi yang tepat untuk Merpati. Sebab, tanpa perbaikan internal, berapa pun dana yang disuntikkan pemerintah akan tetap habis. “Merpati ini sudah digerojok ratusan miliar. Masak sih rakyat mau uangnya dipakai terus untuk Merpati,” jelasnya. Karena itu, Dahlan tetap menolak usulan penambahan modal Rp 250 miliar kepada Merpati.
Indo Pos