Pemprov DKI meminta proyek jalan layang Kampung Melayu-Tanah Abang segera diaudit.
Proyek Jalan Layang Nontol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang akan terhenti sementara. Pemprov DKI meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit proyek yang seharusnya sudah rampung pada 2012 ini.
Terhitung 1 Juni 2013, pengerjaan fisik jalan layang yang menghubungkan Kampung Melayu-Tanah Abang-Casablanca akan dihentikan sementara. Padahal proyek ini tinggal 10 persen lagi selesai.
“Ada masalah sedikit di penganggaran, nanti diambilkan dari APBD Perubahan,” kata Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota, Senin (22/4). Akibat dari penganggaran yang meleset ini, target selesai proyek ini kembali mundur.
JLNT tersebut ditargetkan selesai pertengahan tahun. Tahun lalu JLNT ini sempat terkendala adanya pipa air baku yang tak bisa dipindahkan. Akibatnya, sempat terjadi perubahan konstruksi dari desain awal di ruas Jalan Prof Dr Satrio.
“Silakan tanyakan kepada Dinas PU mengapa belum selesai, tetapi anggaran sudah habis,” ujarnya.
Selain itu, Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) mendesak agar diadakan audit atas proyek ini. Ahok menegaskan bahwa alasan proyek tersebut tidak masuk anggaran 2013 adalah karena memang seharusnya proyek ini sudah selesai.
Pergantian kepemimpinan di Jakarta, kata Ahok, menjadi penyebab awal tidak dianggarkannya lagi proyek ini. Ia pun mengindikasikan adanya penyimpangan dalam proyek senilai Rp 2 triliun lebih itu. Jika ada ketidakberesan dalam proyek ini dan diteruskan oleh pemerintah yang sekarang, Ahok meminta jangan sampai gubernur sekarang yang menanggung akibatnya. “Sekarang harus dihentikan sambil melihat hasil auditnya,” katanya.
Selain mengetahui detail penggunaan anggaran proyek ini, pemeriksaan dari BPK dan BPKP bertujuan untuk melihat adanya indikasi wanprestasi yang menyebabkan proyek itu tidak selesai tahun lalu. Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sarwo Handayani mengaku ia yakin sudah ada pos anggaran untuk proyek ini. “Tidak mungkin tidak dianggarkan, pasti dianggarkan dong proyek itu,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Sayogo Hendrosubroto mengatakan Pemprov DKI harus tetap melanjutkan proyek ini. “Kalau ingin menghentikan, dasarnya harus jelas,” ujarnya. Terlebih dalam APBD 2013 sebenarnya masih ada anggaran Rp 101,5 miliar untuk penyelesaian proyek ini.
Namun Sayogo mengakui permintaan wagub untuk menghentikan proyek dapat dibenarkan. Namun sangat disayangkan jika proyek yang hampir jadi itu terpaksa dihentikan.
JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang yang hingga kini belum selesai berlokasi Underpass Jalan Sudirman. Tepatnya, di atas shelter busway koridor 1 Karet. JLNT ini terbagi dalam tiga paket, yaitu paket Casablanca, paket Prof Dr Satrio, dan paket Mas Mansyur. Paket yang disebut terakhir itulah yang belum selesai. Pengamat perkotaan Yayat Supriyatna meminta jangan sampai proyek ini mangkrak seperti tiang monorel.
Republika