Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan memulai audit terhadap pelaksanaan otoritas khusus (otsus) di Provinsi Papua. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) itu akan dimulai tahun ini.
Demikian disampaikan Ketua BPK Hadi Poernomo ketika ditemui di Gedung DPD RI, kemarin. PDTT otsus Papua akan dilakukan tahun ini. Ini belum termasuk dana di Aceh,” kata Hadi kepada wartawan.
Ketika ditanya apa landasan PDTT dilakukan, Hadi hanya mengatakan ada kecurigaan awal yang berasal dari laporan keuangan yang sebelumnya sudah diaudit BPK.
“PDTT pada dasarnya dilakukan bila BPK memandang ada yang dicurigai. Jadi harus bertahap, laporan keuangan ada petunjuk, baru kita lakukan PDTT,” tukasnya.
Ketua Panitia Akuntabilitas Publik (PAP) DPD Farouk Muhammad juga mengatakan akan mengaudit terhadap anggaran otsus. “Kami akan pelajari juga otsus plus karena kami lihat yang sekarang tidak efektif. Yang kami serap dari rakyat bawah ialah seolah-olah tidak ada perhatian dari pemerintah pusat. Padahal, uang yang diturunkan sudah banyak,” cetus Farouk.
Farouk mengatakan meski dana otsus cukup besar, manfaat yang diterima masyarakat tidak signifikan. Dari sekitar 2 juta penduduk, sebanyak 37,5% masih tergolong miskin.
Sejak otonomi khusus diberlakukan pada 2001, pemerintah pusat telah mengucurkan dana otsus sekitar Rp33 triliun untuk Papua dan sekitar Rp7,5 triliun untuk Papua Barat. BPK sebelumnya pernah melakukan audit investigasi penggunaan dana otsus Papua periode 2002-2010.
BPK memastikan bahwa negara rugi sebesar Rp319.706 miliar dalam penerimaan dana otsus periode itu. Di samping itu, juga ditemukan dana otsus sebesar Rp1,85triliun yang didepositokan Pemprov Papua. Padahal, dana tersebut seharusnya diperuntukkan untuk pendidikan dan kesehatan.
Di Sorong, perayaan ke-50 Hari Integrasi Papua ke NKRI pada Senin (29/4) dimeriahkan dengan karnaval kendaraan dari Lapangan Hocky Kampung Baru, Kota Sorong, dan finis di Alun-Alun Kota Baru Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat.
Pawai karnaval itu diikuti berbagai elemen masyarakat seperti TNI/Polri dan masyarakat. Mereka menghias mobil, truk, dan motor untuk menyemarakkan acara tersebut.
Media Indonesia