TRIBUN-MEDAN,com, MEDAN – Anggota V BPK RI Agung Firman Syampurna mengatakan, pembahasan story line untuk film BPK cukup alot.

“Ceritanya berasal dari hasil pemerikasaan BPK. Tapi intinya kami ingin menyampaikan ke masyarakat tentanf nilai akuntabilitas pengelolaan keuangan negara,” katanya sebelum pemutaran film di Hermes Studio XXI, Senin (27/1/2014).

Agung mengatakan, dengan cakupam kerja yang cukup luas, setiap tahunnya BPK mengeluarkan ribuam laporan pemeriksaam keuangan.

“Tapi saya yakin bahkan bapak-bapak pejabat yang hadir disini pun tisak membaca semua laporan itu,” katanya.

Karena itu, lanjutamya, BPK membuat film yang selain memiliki kemampuan menghibur tapi juga mampu mendidik. Film BPK terdiri dari tiga film yang bercerita tentang akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan ibadah naik haji, tenaga kerja, dan pengelolaan dana BOS.

Film yang disponsori oleh USAID ini antara lain dibintangi Ida Leman, Happy Salma, dan Lukman Sardi.

(ton/tribun-medan.com)