JAKARTA, KOMPAS – Badan Pemeriksa Keuangan mengingatkan pemerintah tentang adanya potensi kebocoran subsidi energi. Selama ini, anggaran subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara selalu menggelembung melampaui pagu. Sebagian realisasinya diperkirakan salah sasaran.
“Pemerintah belum memiliki kebijakan dan kriteria yang jelas untuk memastikan ketepatan sasaran realisasi subsidi energi,” kata Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil dalam pidato penyampaian laporan hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2013 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Sabtu (10/6).
Rizal menyatakan, kriteria dan indikator ketepatan sasaran atas subsidi bahan bakar minyak (BBM) belum jelas. Sementara sistem informasi pengawasan pendistribusian BBM pun belum efektif.
Akibatnya, subsidi BBM yang diberikan pemerintah kepada Pertamina dalam bentuk aliran uang mengandung risiko salah sasaran. Untuk itu, pemerintah perlu mengevaluasinya.
Salah satu bentuk kebocoran yang terus terjadi adalah penyelundupan BBM ke luar negeri. Sebagaimana disebutkan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono, penegakan hukum terhadap kasus penyelundupan BBM masih lemah.
Tindak lanjut kasus-kasus tersebut acap kali mengecewakan. Tak jarang tersangka dibebaskan dan kapal dikembalikan ke perusahaan. Adapun tersangka, kalaupun dihukum, umumnya hanya 1-2 tahun dan tidak pernah ada pengembangan kasus guna mengungkap jaringan perdagangan BBM selundupan.
Penyelundupan BBM ke luar negeri, antara lain, sering terjadi di Selat Malaka dan Kepulauan Riau. Modusnya adalah transfer BBM dari kapal pembawa ke kapal penampung.
Subsidi selama lima tahun terakhir berkisar 20 persen-30 persen dari total belanja negara. Mayoritas subsidi untuk subsidi energi. Sisanya subsidi non-energi. Subsidi energi selama periode 2009-2014 terus menggelembung.
Berturut-turut realisasinya adalah Rp 138 triliun, Rp 192,7 triliun, Rp 295,4 triliun, Rp 346,4 triliun, dan Rp 348,1 triliun. Tahun 2014, anggarannya sekitar Rp 400 triliun.
Kompas