
State Audit Office (SAO) Laos PDR melakukan kunjungan ke BPK RI pada Kamis (10/03/2016). Kunjungan ini dilakukan untuk memperkuat kerjasama bilateral yang saling menguntungkan yang akan memberikan peningkatkan kapasitas pemeriksaan, khususnya pada bidang audit kinerja dan peran integrasi strategis institusi audit.
Kunjungan ini diawali Courtesy Call antara delegasi SAO Laos PDR dengan Ketua BPK Hary Azhar Azis, dan kemudian dilanjutkan dengan executive discussion dengan tema “Menetapkan Rencana Strategis Pemeriksaan dalam Memenuhi Harapan Masyarakat”. Turut hadir dalam acara ini Anggota I BPK Agung Firman Sampurna, Anggota III BPK Eddy Mulyadi Soepardi, Anggota V BPK Moermahadi Soerja Djanegara, Anggota VI BPK Bahrullah Akbar, Sekretaris Jenderal BPK Hendar Ristriawan dan para pejabat eselon I lainnya.
Delegasi SAO Laos PDR berjumlah sembilan orang dipimpin oleh Mrs. Vienthong Siphandone (President of SAO Lao PDR), didampingi oleh Mrs. Phavanh Nuanthasing (Ambassador of Lao PDR for Indonesia), Mr. Bounleuth Thepvongsa (Director of Administration Department), Mr. Bouangeun Chantabouly (Director of Training Center), Mr. Toy Phontilath (Acting Director of State Budget Audit Department), Mrs. Doungmaly Sengchansoilya (Director of International Cooperation Department), Mrs. Chanphayan Khounsakda (State Budget Audit Department), Mr. Vannaso Soumphlophakdy (Head of Division – President Secretary), Mr. Sengsavanh Philavanh (Officer of International Cooperation Department), dan Mr. Bountha Phetdala (Officer of International Cooperation Department).
Dalam sambutannya Ketua BPK mengatakan untuk memenuhi harapan masyarakat, BPK mengembangkan rencana strategis yang disinergikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). BPK telah membuat Rencana Strategis 2016-2020 dengan memberikan perhatian pada rencana pemerintah dan implementasi kegiatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang akan menjadi inti dalam visi BPK. Tema-tema audit dalam lima tahun ke depan akan selaras dengan tema pembangunan dalam RPJMN, sedangkan fokus audit nantinya akan sesuai dengan isu strategis pembangunan nasional.