Sebagai leader Project 3: Data Analytics (Area: IT Audit Techniques) yang berakhir pada tahun ini, BPK menyerahkan konsep Data Analytics Guideline pada Pertemuan Tahunan ke-28 INTOSAI Working Group on IT Audit (WGITA) yang diselenggarakan di Nadi, Fiji pada 2- 3 April 2019. Guideline ini, bersamaan dengan berbagai output proyek-proyek lainnya di bawah Work Plan 2017-2019, akan ditampilkan pada WGITA Community Portal untuk mendapatkan masukan dan persetujuan dari 48 negara anggota WGITA.

Pertemuan WGITA tahun ini yang dihadiri oleh 73 peserta dari 30 SAI/observer, dan dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Fiji, H.E. Major-General (Ret’d) Jioji Konrote. Selain menyetujui output proyek WGITA di bawah Work Plan 2017-2019, pertemuan ini juga menyetujui Work Plan 2020-2022, dan menjadi forum bertukar informasi dan pengalaman terkait pelaksanaan IT Audit di antara anggota WGITA. Sebagai working group yang memiliki keterikatan yang kuat dengan WGITA, Working Group on Big Data (WGBD) melaporkan progres kegiatannya, diantaranya komitmen BPK sebagai project leader research project on Auditing Technologies Innovation untuk menyelesaikan riset paper tersebut pada 2020.

Dalam pertemuan yang sama, Wakil Ketua BPK, Bahrullah Akbar memaparkan pengalaman BPK memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) dalam melakukan audit terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). Wakil Ketua BPK menjelaskan tantangan yang dihadapi pemeriksa BPK dalam melakukan audit LKPP yang mencakup banyaknya data, banyaknya tim audit yang terlibat dan keterbatasan waktu. Untuk itu, BPK melakukan terobosan dengan memanfaatkan TI untuk mendukung pelaksanaan audit LKPP, yang dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, pelaporan sampai dengan tindak lanjut audit. Terobosan tersebut meliputi pengembangkan beberapa sistem informasi, yaitu Sistem Manajemen Pemeriksaan (SMP), Sistem Aplikasi Pemeriksaan (SiAP), Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut (SiPTL), dan Sistem Informasi Kerugian Negara/Daerah (SIKAD). Dengan adanya aplikasi tersebut, pemeriksaan LKPP dapat berjalan secara efektif dan tepat waktu.
Delegasi BPK dipimpin oleh Wakil Ketua BPK, didampingi oleh Kepala Biro TI, Jariyatna, Kepala Bagian Dukungan Pemeriksaan dan Manajemen Kinerja Teknologi Informasi, Rudy Hermawan, dan staf pada Biro Humas dan KSI, Sylvia Ika Oktavi. Selama berada di Fiji, delegasi BPK juga melakukan courtesy call dengan Duta Besar BBP RI, R.M. Benyamin Scott Carnadi.
Dengan aktifnya BPK dalam pertemuan internasional, diharapkan kiprah BPK dan terobosan – terobosan yang dilakukan untuk mendukung pelaksanaan audit di BPK semakin diakui oleh komunitas internasional.