JAKARTA, Humas BPK – Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) dipercaya untuk berbagi pengalaman tentang pemeriksaan terkait COVID-19 pada kegiatan “Virtual Peer Learning Exchange between the Office of the Auditor General of the Union of Myanmar (OAGM) and the Supreme Audit Institutions (SAIs) of Indonesia (BPK RI)” pada Jumat (29/1/2021). Kegiatan ini diinisiasi oleh Bank Dunia (World Bank) sebagai pihak pendukung program reformasi di OAGM, yang bertujuan mendorong OAGM untuk mempelajari pengalaman praktik pemeriksaan terkait program dan dana penanggulangan COVID-19 dari SAI lainnya di ASEAN, yaitu BPK.

Delegasi OAGM dipimpin oleh Daw Khine Khine Aung selaku Director General of OAGM dan dihadiri oleh Daw San San Win (Deputy Director GeneralOAGM), Daw Khin Khin Thi (Deputy Director General OAGM), Daw Si Si Chein (Deputy Permanent Secretary OAGM), Daw Thandar Phyu Aye (Director OAGM) beserta beberapa staf dan perwakilan dari OAG Norway yang sedang memberikan asistensi kepada OAGM. Delegasi BPK terdiri dari Cipto Nugroho dan Sumaji selaku expert dalam pemeriksaan terkait COVID-19 dari unit kerja AKN III, didampingi oleh Pingky Dezar Zulkarnain selaku expert terkait pembahasan Big Data, Kusuma Ayu Rusnasanti (Kepala Bagian Kerja Sama Internasional) beserta perwakilan dari Biro Humas dan KSI BPK.

Pertemuan dibuka dengan sambutan dari Daw Khine Khine Aung yang mengharapkan forum ini dapat menjadi sarana sharing informasi dan pembelajaran mengenai pemeriksaan yang diakukan SAI terkait COVID-19. Selanjutnya Daw Thandar Phyu Aye memaparkan kendala yang dihadapi pada pelaksanaan tugas pemeriksaan di OAGM dikarenakan pandemik COVID-19. Ms. Aye mengharapkan forum ini dapat memberikan masukan bagi praktik audit yang dilakukan OAGM, khususnya terkait dengan mekanisme sharing information antara SAI dengan entitas, dan dukungan infrastruktur teknologi informasi yang diperlukan dalam pemeriksaan. Untuk pemeriksaan terkait dana penanggulangan COVID-19, OAGM berkomitmen mengikuti panduan ISSAI 5500 dan audit of disaster related-aid untuk menjalankan pemeriksaan keuangan berbasis risiko, pemeriksaan kepatuhan, serta pemeriksaan kinerja pada entitas terkait.

Bertindak sebagai moderator pada diskusi ini adalah Bonnie Sirois, Senior Governance Specialist – Financial Management of World Bank Myanmar. Bonnie mengharapkan forum ini dapat memberikan insight baru bagi OAGM untuk mempelajari best practices dari praktik audit terkait COVID-19 yang sedang dijalankan oleh BPK.

Cipto Nugroho yang didampingi oleh Sumaji dari Subauditorat III.B.1, memaparkan pengalaman BPK dalam melakukan pemeriksaan pada program penanggulangan COVID-19 yang dijalankan oleh Pemerintah RI. Di masa pandemi ini, terdapat pergeseran sistem audit tatap muka menjadi online audit, dengan mengadopsi berbagai teknologi yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pemeriksaan.

Dalam paparannya, Cipto menjelaskan manajemen pemeriksaan di BPK dengan adanya pembentukan Task Force untuk pemeriksaan terkait COVID-19, audit road map BPK, tipe pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK, serta panduan pemeriksaan yang digunakan BPK untuk audit on COVID-19 handling during disaster and emergency. Cipto juga mengemukakan penggunaan audit guidelines ISSAI 5500 series untuk pemeriksaan bantuan bencana.

Pemeriksaan oleh BPK dimasa pandemik ini juga terutama didukung oleh penggunaan Big Data. Kemampuan analisis Big Data merupakan persyaratan yang dibutuhkan untuk membangun Pusat Analisis Keuangan Negara. Hal ini bertujuan untuk mendukung digital transformation di BPK serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses audit.

Paparan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dari OAGM kepada BPK RI. Diharapkan forum ini dapat memberikan manfaat bagi kedua SAI serta meningkatkan persahabatan dan kerja sama yang lebih era antara BPK RI dan OAGM di masa mendatang.