JAKARTA, Humas BPK – Komunikasi erat kaitannya dengan menata hubungan dengan pemangku kepentingan. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agung Firman Sampurna mengatakan, komunikasi yang disampaikan hendaknya mampu menyampaikan muatan kegiatan di BPK, khususnya hasil pemeriksaan yang cederung sangat kompleks dan teknis, menjadi sesuatu yang dapat dipahami tetapi juga memberikan pesan atas makna penting dari komunikasi tersebut.

“Dibutuhkan komunikasi yang efektif, yang dapat menyampaikan pesan secara utuh dengan narasi yang dapat dipahami, cerdas, benar, dan berkualitas,” ungkap Ketua BPK pada pembukaan Pelatihan Speech Writer BPK 2021, di Jakarta, pada Senin (24/5).

Ketua BPK mengatakan komunikasi, khususnya dalam kaitan dengan stake holder, lebih khusus lagi dengan media di BPK, sebelumnya adalah hal yang kurang mendapat perhatian. Menurutnya, pimpinan BPK di berbagai tingkatannya harus tampil pada berbagai even, dan oleh karena itu harus mampu merepresentasikan kelembagaan ini pada even-even tersebut.

“Kritik keras kepada lembaga ini adalah bahan yang disiapkan bagi para pimpinan BPK itu formatnya sangat kaku, mati gaya, dan cenderung gagal menyampaikan pesan penting yang bisa disampaikan,” kata Ketua BPK pada kegiatan yang dikemas dalam Kelas Online Intensif Storytelling Naskah Pidato dan akan berlangsung selama empat hari (24-25 dan 26-27 Mei).

Ketua BPK mengungkapkan, terdapat dua hal yang harus menjadi perhatian dalam komunikasi, khususnya pidato. Pertama adalah konteks dan yang kedua adalah efektif narasi. Untuk itu, seluruh Pimpinan BPK menyambut baik kegiatan Pelatihan Speech Writer BPK 2021 “Kelas online Storytelling naskah pidato”.

Ketua BPK berharap, kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi BPK untuk menyiapkan para pelaksana yang memiliki kompetensi, sehingga dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas bahan pidato bagi pimpinan BPK di berbagai tingkatannya, dan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pengembangan komunikasi di BPK.

Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Internasional BPK (Humas dan KSI) ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal BPK, Bahtiar Arif dan Kepala Biro Humas dan KSI, Selvia Vivi Devianti. Pelatihan yang menghadirkan M. Taufiqurohman (Redaktur Senior) dari Tempo Institute sebagai narasumber ini diikuti oleh pegawai BPK dari satuan kerja Auditorat Utama, Direktorat Utama dan Sekretariat Jenderal BPK.