JAKARTA, Humas BPK – Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agus Joko Pramono berpartisipasi sebagai salah satu pembicara dalam 25th UN/INTOSAI Symposium, yang diselenggarakan secara daring selama 3 (tiga) hari, 28 – 30 Juni 2021.

Simposium ini merupakan kerjasama antara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan INTOSAI, yang telah diselenggarakan sejak tahun 1971 di Vienna, Austria. Tahun ini, untuk pertama kalinya, kegiatan ini diselenggarakan secara daring karena mempertimbangkan kondisi dan situasi internasional.

Menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19, maka acara 25th UN/INTOSAI Symposium ini mengusung tema “Working during and after the pandemic: building on the experience of Supreme Audit Institutions (SAIs) for strengthening effective institutions and achieving sustainable societies”. BPK bersama Supreme Audit Institution (SAI) Rusia, Perancis, Irak dan Palestina tergabung dalam Sub-theme 2: Experiences and good practices in auditing the COVID-19 responses and recovery plans.

Pada sesi tersebut, Wakil Ketua BPK berbagi pengalaman terkait Collaborative Audit to Enhance Quality and Coverage of Audit on COVID-19 Response and National Economic Recovery. Dalam pemaparnnya, Wakil Ketua BPK menjelaskan situasi pandemik dan dampaknya di Indonesia, serta respon pemerintah untuk mengatasinya.

Lebih jauh, Wakil Ketua BPK menjelaskan strategi yang dipakai BPK dalam audit terkait respon pemerintah atas COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, BPK juga secara terbuka mempresentasikan hasil audit, mulai dari jumlah laporan, temuan, permasalahan, serta rekomendasi.

Secara umum, BPK menyimpulkan bahwa manajemen pandemi COVID-19 di Indonesia memerlukan perbaikan untuk memastikan efektifitas dan kepatuhan atas peraturan dalam situasi darurat (emergency) maupun pemulihan (recovery). Sebagai penutup presentasi, Wakil Ketua BPK berbagi mengenai lesson learned yang didapat BPK atas audit ini.

Pada simposium ini, Wakil Ketua BPK turut didampingi oleh delegasi BPK yang terdiri dari Sekretaris Jenderal Bahtiar Arif, Kepala Direktorat Utama Perencanaan, Evaluasi dan Pengembanga Pemeriksaan Keuangan Negara B Dwita Pradana, Kepala BPK Perwakilan Prov. Sumatera Selatan Harry Purwaka, Kepala Auditorat I.A Hendra Gunawan, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional Selvia Vivi Devianti dan perwakilan dari beberapa satuan kerja lainnya.