BANDUNG, Humas BPK – Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara IV Isma Yatun melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (26/10/2021).

Dalam kegiatan ini Anggota IV BPK melakukan sharing knowledge terkait pengujian laboratorium atas konstruksi bendungan dan irigasi beserta pemanfaatan teknologinya. Melalui teknologi laboratorium ini, diharapkan pemeriksa BPK dapat memanfaatkan fasilitas yang ada untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan, khususnya pada pemeriksaan pengelolaan SDA.

Hadir dalam kesempatan ini Auditor Utama Keuangan Negara IV Syamsudin, Kepala Auditorat IV.A Padang Pamungkas, dan Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Eko Winar Irianto serta para pejabat struktural di lingkungan Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air.

Dalam sambutannya, Anggota IV BPK menyebutkan dengan adanya sharing knowledge diharapkan antara BPK dan Kementerian PUPR mempunyai dasar pemikiran dan pemahaman yang sama atas pelaksanaan pembangunan konstruksi bangunan irigasi dan bendungan, sehingga apabila dalam pemeriksaan ditemukan suatu permasalahan, maka akan mempunyai pemahaman yang sama atas temuan tersebut.

“Kami sangat mendorong para pemeriksa untuk terus belajar dengan memanfaatkan teknologi yang ada untuk membantu tugas pemeriksaan,” ujar Anggota IV BPK.

Dengan menggunakan alat-alat bantu yang modern terutama dengan menggunakan laboratorium untuk pengujian konstruksi, akan sangat diperlukan oleh tim pemeriksa dalam melakukan pemeriksaan yang mendalam dari aspek kuantitas, kualitas, dan keamanan serta keselamatan dalam suatu bangunan irigasi atau bendungan.

Anggota IV BPK berharap kerja sama antara BPK dan Kementerian PUPR dapat terus berlanjut, sehingga sinergi dan kolaborasi antara BPK dan kementerian dapat memberikan manfaat bagi tata kelola keuangan negara.

Setelah melakukan kunjungan kerja pada Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, kegiatan dilanjutkan ke Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, di Bandung Jawa Barat, Rabu (27/10/2021). Pada kegiatan ini Anggota IV BPK beserta rombongan diterima oleh Direktur Jenderal Bina Teknik Jalan dan Jembatan Hedy Rahadian.

Pada kesempatan ini, Anggota IV BPK mengatakan BPK memiliki beberapa jenis pemeriksaan, yang salah satunya adalah pemeriksaan kepatuhan yang terkait dengan pertanggungjawaban belanja negara. Salah satu prosedur yang dilaksanakan oleh tim pemeriksa BPK dalam pengujian belanja modal konstruksi jalan dan jembatan adalah pengujian kuantitas dan kualitias fisik konstruksi hasil pengadaan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.

“Pelaksanaan pengujian fisik konstruksi, terutama terkait pengujian kualitas diperlukan pendampingan dan pendapat profesional dari tenaga ahli yang kompeten dan independen sebagai dasar pengambilan keputusan dari tim pemeriksa,” jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut, Anggota IV BPK menegaskan bahwa tim pemeriksa perlu memahami secara mendalam terhadap prosedur pengujian dan cara perhitungan hasil pengujian sebagai dasar pertimbangan untuk pengambilan kesimpulan atas hasil pengujian.

“Kami berharap dengan memperoleh pemahaman yang cukup, tim pemeriksa dapat memperoleh keyakinan yang memadai dari kesimpulan terkait, hasil pemeriksaan dan rekomendasi yang akan diberikan oleh kami,” ungkapnya.

“Tujuan kedatangan kami sharing knowledge terkait standar, norma dan prosedur pengujian laboratorium, termasuk penggunaan beberapa alat bantu atau peralatan dan teknologi. Hal ini dilakukan untuk dapat menambah pengetahuan dan wawasan tim pemeriksa BPK, khususnya pengujian mutu dan kualitas konstruksi,” pungkasnya.