Jakarta, Humas BPK – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) memberikan paparan atas 2 (dua) country paper dalam 8th Seminar on Environmental Auditing and Working Meeting of Asian Organization of Supreme Audit Institution Working Group on Environmental Auditing (ASOSAI WGEA) yang diselenggarakan secara virtual pada 25-26 Oktober 2021.

Pada kegiatan yang menggabungkan seminar dengan pertemuan tahunan ASOSAI WGEA dibuka secara resmi oleh Ketua Supreme Audit Institution (SAI) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Hou Kai. Pertemuan ini diselenggarakan oleh SAI RRT sebagai Ketua dan Sekretariat ASOSAI WGEA dan dihadiri lebih dari 76 peserta perwakilan dari SAI anggota ASOSAI WGEA.

Pada hari pertama, delegasi BPK yang diwakili oleh Trianti Sri Suprapti dan A Rizka Eka Putra Kusuma yang memberikan pemaparan atas country paper yang berjudul “Performance Audit of Community-Based Clean Water and Sanitation Infrastructure Provision in Support of Healthy Lifestyle Movement“.

Dalam paparannya, Trianti Sri Suprapti menjelaskan keterkaitan antara audit tersebut dengan Goal 6 dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu “Ensure Availability and Sustainable Management of Water and Sanitation for All“. Sementara itu, A Rizka Eka Putra Kusuma memberikan pemaparan terkait audit questions dan beberapa tantangan yang dihadapi selama melaksanakan audit.

Pada hari kedua, delegasi BPK yang diwakili oleh Pitriyanti dan Normas Andi Ahmad memberikan paparan atas country paper yang berjudul “BPK's Active Role in Alleviating Climate Change and Promoting Low-Carbon Development“. Dalam paparannya, Pitriyanti menerangkan tentang program pemerintah Indonesia dalam rangka menanggulangi climate change.

Selanjutnya, Normas Andi Ahmad memaparkan tentang audit yang telah dilaksanakan BPK terkait climate change yang terdiri atas 7 audit yaitu (1) audit of renewable energy development; (2) audit of biodiesel provision; (3) audit of city gas network department; (4) audit of social forestry management; (5) audit of seawall construction; (6) audit of Citarum watershed pollution control and management; dan (7) audit of swamp land optimization.

Selain paparan atas 13 country paper dari 12 SAIs, pertemuan ini juga menetapkan logo baru ASOSAI WGEA dan fitur baru dalam website ASOSAI WGEA yang berjudul “GreenShare” dimana SAI dapat berkontribusi melalui forum diskusi, mengirimkan artikel, serta memberikan masukan seputar audit lingkungan.

Setelah mengumumkan SAI Thailand sebagai pemenang Green Vision Awards 2021. Sekretariat ASOSAI WGEA kembali mengundang SAI untuk mengikuti Green Vision Awards 2022 dengan mengirimkan paper terkait audit yang dilaksanakan yang memberikan dampak besar terhadap kelestarian lingkungan.

Agenda lainnya yang dibahas dalam kegiatan ini antara lain progress report on (1) cooperative audit project on sustainable transport dan research project on climate change dimana BPK menjadi salah satu anggota kedua proyek tersebut, (2) online training project, serta (3) cooperative audit project on water resources management in Mekong River Basin.

Kegiatan ini ditutup dengan keputusan Ketua dan Sekretariat ASOSAI WGEA untuk menyelanggarakan 9th Seminar on Environmental Auditing and Working Meeting of ASOSAI WGEA pada tahun 2022 secara virtual dengan pertimbangan untuk mengurangi penyebaran wabah COVID-19.