JAKARTA, Humas BPK – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menginisiasi pengembangan data analytics dalam pelaksanaan pemeriksaan, yaitu dengan pengenalan inisiatif e-Audit sejak tahun 2009. Pengenalan ini kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi e-Audit pada periode 2010-2011 dan pada tahun 2011-2019, BPK telah memanfaatkan Big Data dalam kegiatan pemeriksaan.

Auditor Utama Keuangan Negara (Tortama KN) II Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Laode Nusriadi mengatakan salah satu hal penting selama perjalanan penggunaan Big Data dalam pelaksanaan tugas BPK adalah strategi pengembangan dan pemanfaatan.
“Big Data disesuaikan dari yang sebelumnya Data Centric, yang lebih fokus terhadap pengumpulan data terlebih dahulu, kemudian berkembang dengan orientasi yang lebih luas menjadi Analytics Centric, yang fokus pada model analytics yang dibutuhkan oleh pemeriksa, penunjang, dan manajemen BPK,” ujar Tortama KN II dalam kegiatan Workshop Big Data Analytics (Bidics) di Auditorium Kantor Pusat BPK, Senin (6/12/2021).
Workshop Bidics dimaksudkan untuk mensosialisasikan Grand Design Bidics, hasil-hasil analytics dan data-data yang telah diperoleh sebagai bagian penting untuk mewujudkan data literacy dan data culture di BPK. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara (Badiklat PKN) ini diikuti oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pemeriksa Ahli Utama BPK.

Tortama KN II mengutarakan, dengan Data Centric dan Analytics Centric yang saling melengkapi, maka akan memudahkan komunikasi dan kolaborasi antar satuan kerja dan seluruh entitas yang terkait dalam proses pengumpulan data. Dan dengan sendirinya akan mengakselarisasi peningkatan data, serta model-model analytics yang dibutuhkan.
Adapun narasumber yang dihadirkan pada kegiatan ini antara lain Guru Besar Universitas Indonesia Bidang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dan Robotika Wisnu Djatmiko, yang memaparkan beberapa materi dengan tema Emerging Technologies di Era Industri 4.0, Konsep Big Data dan Big Data Analytics, dan Penerapan Big Data Analytics di sektor pemerintahan, Penerapan Big Data Analytics di BPK.
Selain itu, narasumber lainnya yaitu Kepala Biro Teknologi Informasi BPK Pranoto, yang memaparkan mengenai Demo Penggunaan Dashboard Bidics. Bertindak sebagai moderator pada workshop ini yaitu Kepala Auditorat II.D Thomas Ipoeng Andjar Wasita.
Workshop ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang telah direncanakan bersama dalam business case pengembangan dan pemanfaatan Bidics. Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2020 di antaranya pengembangan Grand Design BPK Bidics, Business Case Inisiatif Strategis, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Bidics, Portal Bidics, Laboratorium Bidics, pengumpulan data, Piloting Bidics untuk dukungan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), Laporan Keuangan Kementerian Lembaga (LKKL), dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), serta pemeriksaan strategis atau tematik.

Plt. Kepala Badiklat PKN Gunarwanto mengatakan, paparan para narasumber dapat memberikan pemahaman bagi para peserta workshop tentang Bidics dan manfaatnya dalam menunjang pekerjaan-pekerjaan di BPK. Oleh karena itu, peserta diharapkan dapat mengeksplorasi lebih lanjut hasil-hasil Bidics yang telah ada saat ini, serta memperkaya model analytics yang sudah ada dan mengoptimalkan Bidics dalam seluruh proses bisnis BPK.