GIANYAR, Humas BPK – Pada tahun ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mulai membangun kompetensi dan kapasitas kelembagaan dalam mengembangkan strategic foresight. Hal tersebut dilakukan dalam rangka merespon situasi krisis dengan risiko tinggi di masa depan dan dalam rangka menaikkan perannya sebagai Supreme Audit Institutions (SAI).

Dalam proses penyusunannya, BPK telah melibatkan pemerintah, akademisi, dan profesional, bahkan dunia usaha dengan menggunakan pendekatan kolaboratif. Oleh karena itu, BPK berharap strategic foresight yang telah dihasilkan dapat membangun awareness yang diantisipasi oleh pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono mengatakan Pandemi COVID-19 telah membawa masyarakat memasuki era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity). Untuk menanganinya, diperlukan sinergi multi-stakeholders, terutama antar lembaga pemerintah serta semua pihak.

Hal inilah yang mendorong BPK untuk menyusun strategic foresight, sebagai ikhtiar untuk mencari solusi terbaik. Agar di tengah pergolakan/turbulence, bangsa Indonesia mendapatkan orientasi yang jelas terkait masa depan.

Strategic foresight merupakan hasil karya bersama antara BPK dan seluruh pemangku kepentingan, secara interaktif dan kolaboratif,” ujar Wakil Ketua BPK dalam Forum Sekretariat Lembaga Negara yang diselenggarakan di Istana Tampaksiring, Gianyar, pada Senin (22/11).

“Oleh karena itu, BPK berharap strategic foresight yang telah dihasilkan dapat membangun awareness yang diantisipasi oleh pemerintah dan pemangku kepentingan,” tambahnya.

Forum Sekretariat Lembaga Negara ini mengusung tema “Sinergi Lembaga Negara dalam Membangun Kembali Indonesia Pascapandemi”. Dengan tema tersebut, diharapkan para pemangku kepentingan berkolaborasi untuk sinergi, serta responsif dan antisipatif menghadapi tantangan masa depan, dengan tetap terus mengembangkan budaya Akuntabilitas untuk Semua (Accountability for All).

Wakil Ketua BPK mengatakan melalui peran foresight, BPK ingin meningkatkan nilai tambahnya bagi pembangunan bangsa melalui perbaikan tata kelola keuangan negara. Selain itu, BPK juga ingin mendiseminasikan serta melakukan tukar pengalaman terkait upaya-upaya mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan, termasuk pandemi COVID-19 yang sedang melanda seluruh dunia.

Forum Sekretariat Lembaga Negara merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkala untuk membangun hubungan yang lebih erat antara seluruh lembaga negara di Indonesia. Pada kesempatan ini kegiatan diselenggarakan di Istana Kepresidenan Tampaksiring Bali, dan dihadiri oleh para Sekretaris Jenderal lembaga negara dan bank sentral.

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini B. Dwita Pradana (Kepala Direktorat Utama Perencanaan, Evaluasi, dan Pengembangan Pemeriksaan Keuangan Negara) yang memaparkan Pendapat (Strategic Foresight) BPK, Membangun Kembali Indonesia dari Covid-19: Skenario, Peluang, dan Tantangan Pemerintah yang Tangguh.

Narasumber berikutnya yaitu Gogor Oko Nurharyoko (Deputi Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kemensetneg) dengan paparan Penguatan Peran Sekretariat Lembaga-Lembaga Negara dalam Mendukung Kelancaran Hubungan Antar-Lembaga Negara. Adapun yang bertindak sebagai moderator yaitu Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK Selvia Vivi Devianti.