NEW YORK, Humas BPK – Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agus Joko Pramono, yang merupakan Vice-Chair of United Nations Independent Audit Advisory Committee (IAAC) menghadiri pertemuan IAAC ke 56 pada tanggal 7 – 10 Desember 2021, di New York, Amerika Serikat.

Pertemuan IAAC yang berlangsung selama empat hari ini terdiri atas dua agenda yaitu 6th Meeting of the United Nation System Oversight Committees yang diselenggarakan pada 7-8 Desember 2021 dan dilanjutkan agenda kedua 56th IAAC Meeting pada tanggal 9-10 Desember 2021.

Agenda pertama secara resmi dibuka oleh Ketua IAAC yang meriviu kembali agenda pertemuan dengan UN Oversight Commitee ke-5 pada Desember 2020 yang lalu. Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 39 anggota UN oversight Committee dari 23 organisasi PBB, seperti UN Secretariat, ILO, UNJSPF, UNHCR dan WHO.

Agenda selanjutnya adalah pertemuan dengan High-Level Committee on Management mengenai Secretary-General's data strategy dalam rangka mendukung transformasi data-driven pada UN System. Dalam pertemuan ini, Wakil Ketua BPK memberikan masukan dan rekomendasi terhadap program PBB tersebut terkait upaya menciptakan Data Cube dalam rangka re-entering data pada sistem keuangan entitas PBB dimana diperlukan koordinasi dan kolaborasi di dalam dan luar UN system untuk meningkatkan keselarasan data keuangan PBB dengan sistem pelaporan keuangan internasional.

Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi dengan Joint Inspection Unit (JIU) yang membahas temuan-temuan dari reviu JIU 2021 terkait cybersecurity, implementing partners, business continuity, dan etika dalam UN system. Selain itu, dalam pertemuan ini juga dibahas mengenai kegiatan kolaborasi dan koordinasi yang telah dilakukan JIU dengan oversight committess dalam UN System.

Topik pembahasan lainnya dalam Agenda pertama ini adalah pemaparan hasil survei yang dilakukan oleh UNESCO OAC, UNICEF AAC, dan ILO IOAC secara bersama terkait konsistensi dan praktik fungsi kesekretariatan dalam mendukung UN oversight committees. Selain itu, agenda pertama ini juga membahas hasil riviu JIU terkait UN system human capital and the future workforce, the methodology for peer review and self-assessment, dan implementasi SG's system-wide Data Strategy

Agenda kedua yaitu pertemuan 56th IAAC yang dilaksanakan pada 9-10 Desember 2021, kembali melanjutkan membahas agenda pada pertemuan IAAC ke 55 pada Juli 2021. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh anggota IAAC, yaitu Janet St. Laurent (Amerika Serikat) selaku ketua IAAC, Agus Joko Pramono (Indonesia) selaku Wakil Ketua IAAC, Dorothy A. Bradley (Belize), Anton V. Kosyanenko (Federasi Rusia), dan Imran Vanker (Afrika Selatan).

Pertemuan ini membahas mengenai anggaran dan implementasi rencana kerja Office of Internal Oversight Services (OIOS) pada 2021-2022 terkait Misi Perdamaian Dunia (Peacekeeping), terutama terkait pencapaian IKU, staus kekosongan pegawai (vacat posts) dan tingkat penggunaan anggaran (Budget utilization rates).

Topik lainnya yang dibahas dalam agenda ini adalah implementasi dari the three lines model, pelaporan fraud and presumptive fraud dan pelaksanaan investigasi terhadap fraud and presumptive fraud, peran IAAC dalam penyelesaian investigasi kasus retaliasi, serta peran IAAC dalam pelaporan aktifitas kegiatan oleh Ethics Office.

Agenda ini diakhiri dengan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua IAAC untuk periode 2022 dimana Janet St. Laurent dan Agus Joko Pramono kembali dipercaya sebagai Ketua dan Wakil Ketua IAAC untuk satu tahun mendatang.