JAKARTA, Humas BPK – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna menghadiri kegiatan Pertemuan Catur Wulan III Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Jenderal (Setjen) BPK dan Hari Ulang Tahun (HUT) DWP ke 22 di Auditorium Kantor Pusat BPK, Jakarta, Rabu (22/12/2021).

Dalam sambutannya Ketua BPK mengatakan bahwa hidup adalah perjuangan dan esensi kehidupan adalah kemampuan kita untuk menghadapi ujian adalah esensi dari hidup ini. Tahun 2020 dan 2021 ini kita menghadapi ujian yang sangat berat yaitu pandemi covid-19.
Menurut Ketua BPK dalam ujian tersebut berbagai hal yang tadinya tidak kita anggap sebagai sesuatu masalah, namun itu menjadi masalah besar. Berbagai hal yang kita anggap sesuatu yang biasa-biasa saja, semakin kita sadari merupakan sesuatu berkah yang tidak terhingga.
“BPK menghadapi ujian ini dengan tegar, kita melihat ujian ini bukan hanya sebagai sesuatu yang harus kita hadapi, tetapi suatu peluang bagi kita untuk meningkatkan kapasitas,” tegas Ketua BPK pada kegiatan yang dihadiri oleh Istri Ketua BPK, Istri Wakil Ketua BPK, Ikatan Istri-Istri Anggota (IKISTRA) I, VI, VII dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) BPK, Bahtiar Arif serta Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) BPK, Dori Santosa dan para anggota DWP BPK.

Ketua BPK menambahkan bahwa hal tersebut tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan dari Ibu-Ibu dan saya pikir pandemi covid-19 adalah suatu ujian tidak saja untuk individu tapi juga untuk institusi, tidak saja ujian untuk insan tapi juga untuk komunitas masyarakat.
“Dan oleh karena itu bagian dari komunitas masyarakat, bagian dari lembaga yang menerima ujian pertama kali adalah keluarga, dimana Ibu-ibu menjadi tulang punggungnya,” ujar Ketua BPK.
Lebih Lanjut Ketua BPK mengungkapkan bahwa selama ini sebelum pandemi kegiatan itu banyak, jadi presentase kegiatan di dalam rumah itu adalah 20% – 30% dan 70% kegiatan dilakukan diluar misalnya anak-anak sekolah, serta bapak-bapak bekerja dan Ibu-ibu dapat melaksanakan tugasnya sebagai manajer rumah tangga mengelola sumber daya yang ada.
Pada kesempatan tersebut Ketua BPK mengatakan tema dalam kegiatan ini adalah “Membangun Ketahanan Perempuan Indonesia Melalui Kesehatan Mental” merupakan sesuatu yang sangat relevan, ini bagian yang sangat penting.

Menutup sambutannya Ketua BPK berpesan suasana yang lebih cair itu menjadi sesuatu yang penting, suasana yang cair itu membuat Ibu-ibu menjadi lebih mudah berkomunikasi dan berinteraksi, DWP dan Ikistra perlu berkolaborasi saling mendukung dan tentu hasilnya sangat baik.
“Terlepas dari semua itu saya memberikan apresiasi di tengah masalah yang begitu tinggi tingkat tekanannya, DWP dengan arahan berkolaborasi dengan Ikistra dapat kembali menyelenggarakan catur wulan III dan sekaligus perayaan hut DWP yang ke 22. Selamat hari Ibu dan selamat ulang tahun DWP BPK ke 22,” tutup Ketua BPK.