JAKARTA, Humas BPK – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyelenggarakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 BPK, pada Selasa (25/1/2022). Ketua BPK Agung Firman Sampurna bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara yang digelar secara fisik terbatas dan virtual tersebut.

Upacara ini diikuti oleh Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I-VII, serta para pegawai BPK baik yang hadir secara virtual, maupun secara fisik dengan mengikuti protokol kesehatan. Selain itu, upacara ini juga dihadiri oleh para undangan antara lain Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota BPK periode sebelumnya.

Dalam amanatnya, Ketua BPK mengatakan pada usia 75 tahun, BPK seharusnya menampilkan karakter organisasi pada tingkat soliditas dan kinerja tertingginya. Dan untuk menghasilkan prestasi yang telah dicapai pada saat ini, BPK menghadapi berbagai tekanan dari luar dan juga dari dalam BPK.

“Adalah kehormatan dan kebanggaan bagi kami untuk mendampingi BPK melewati masa-masa yang sulit dan penuh tekanan, karena pandemi, karena menyelamatkan keuangan negara dan dana jutaan nasabah pada lembaga pengelola dana pensiun,” ungkap Ketua BPK.

Ketua BPK menyebut hal paling menantang yang dihadapi oleh BPK adalah untuk mendorong dan mengembangkan proses transformasi organisasi di BPK. Khususnya dalam meningkatkan maturitas peran BPK mematangkan oversight, memantapkan insight, dan mengembangkan hingga mencapai foresight.

“Dimana dengan diluncurkan strategic foresight, BPK telah berkembang dari oversight pada level tata kelola entitas, dan juga telah berkontribusi secara strategis pada level makropolicy,” ujar Ketua BPK.

Adapun Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara yang hadir yaitu Anggota I BPK/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I Hendra Susanto, Anggota II BPK/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara II Pius Lustrilanang, Anggota III BPK/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara III Achsanul Qosasi, Anggota IV BPK/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara IV Isma Yatun, Anggota VI BPK/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara VI Nyoman Adhi Suryadnyana, dan Anggota VII BPK/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara VII Daniel Lumban Tobing. Selain itu, hadir secara virtual dalam upacara ini Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai keluarga dari Pimpinan BPK periode terdahulu.

Tahun ini, BPK menerima lebih dari 30 penghargaan di tingkat nasional baik untuk satker pusat maupun perwakilan. Penghargaan nasional yang diterima mulai dari popularitas di media, jurnal atau media yang diterbitkan, pengelolaan anggaran, aset dan sumber daya manusia, hingga penetapan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Ketua BPK mengungkapkan, pengakuan atas kiprah dan kompetensi BPK itu bahkan tidak saja sebatas level nasional, tetapi juga pada level regional, kontinental, dan internasional. Selain itu, BPK juga telah mendapat kepercayaan untuk dipilih sebagai auditor eksternal pada lembaga-lembaga internasional.

“Kami memahami bahwa, untuk menjaga agar BPK terus menjadi contoh (leading by example) dalam penerapan tata kelola yang baik (good governance) dengan transparansi dan akuntabilitas sebagai pilar utamanya, berkinerja tinggi dan terus berinovasi, sejumlah tuntutan harus dijawab,” tuturnya.

Menutup amanatnya, Ketua BPK menegaskan bahwa BPK telah mendapat pengalaman yang sangat berharga, bagaimana tekanan yang dihadapi BPK dapat direspon dengan prestasi dan inovasi. Dengan semangat akuntabilitas untuk semua, BPK harus menjaga serta meningkatkan komitmen, kebersamaan dan kompetensi untuk terus mendorong pengelolaan keuangan negara yang berkualitas dan bermanfaat dalam rangka mewujudkan tujuan bernegara.

Usai pelaksanaan upacara bendera peringatan HUT ke-75 BPK, kegiatan dilanjutkan dengan syukuran di Auditorium Kantor Pusat BPK. Kegiatan ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-75 BPK dengan tema “BPK Bertahan dan Berkembang Menghadapi Pandemi”.