Pembentukan ASEAN Supreme Audit Institutions (ASEANSAI) harus segera ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan atau aktivitas yang konkret dalam mencapai tujuan pembentukan ASEANSAI. Mantapnya arah dan kebijakan dalam merencanakan perjalanan ASEANSAI kedepan menjadi komitmen dalam mewujudkan good governance di kawasan ASEAN.
Hal tersebut terungkap dalam sambutan Ketua BPK RI, yang juga menjabat sebagai Ketua ASEANSAI, Hadi Poernomo ketika membuka acara pertemuan komite ASEANSAI di Kota Kinabalu, Malaysia, pada 9 Februari 2012.
“Pertemuan ini memiliki arti yang strategis bagi perjalanan ASEANSAI untuk memantapkan arah dan kebijakan komite dalam merencanakan kelanjutan ASEANSAI ke depan. Untuk itu, saya berharap seluruh komite dapat berkoordinasi dan bersinergi dalam merumuskan term of reference (TOR) dan work plan  yang selaras dan harmonis bagi seluruh komite dalam rangka membangun kapasitas dan mendorong   antar  anggota ASEANSAI,” harap Hadi Poernomo.
Pertemuan yang berlangsung selama dua hari (9-10 Februari) ini dihadiri oleh Ketua Jabatan Audit Negara Malaysia, Tan Sri Dato’ Setia Ambrin Buang, Ketua Jabatan Audit Negara Brunei Darusalam (Wakil Ketua ASEANSAI), Pengiran Hj. Abd Rahman Pengiran Hj. Mat Salleh serta para delegasi dari anggota ASEANSAI.
Tujuan dari pertemuan komite ini adalah untuk mendiskusikan dan finalisasi TOR dan work plan komite ASEANSAI sebagai panduan untuk mengimplementasi kegiatan ASEANSAI. Strategic Plan ASEANSAI periode 2012-2013 akan mengacu pada work plan masing-masing komite. Strategic Plan ASEANSAI periode 2013-2017 akan disahkan pada Pertemuan Assembly tahun 2013 di Brunei Darussalam.
Seperti diketahui, ASEANSAI terbentuk pada 16 November 2011, di Bali, Indonesia. Tujuan pembentukan ASEANSAI adalah membangun dan meningkatkan penguatan kapasitas badan pemeriksa melalui pertukaran pengetahuan dan informasi antar Badan Pemeriksa Se-ASEAN dalam bidang audit sektor publik.