Terbentuknya ASEAN Supreme Audit Institutions (ASEANSAI) semakin meningkatkan integritas dan kredibilitas finansial setiap negara anggota.
ASEANSAI bertanggung jawab mengaudit pendapatan dan pengeluaran pemerintah di negara-negara anggota ASEAN. Terjalinnya kerja sama yang baik antara anggota Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam segala aspek merupakan langkah konkret menguatkan daya saing blok regional itu di mata dunia.
Dalam pidatonya kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa ASEAN sejak didirikan pada 1967 telah berevolusi menjadi organisasi berbasis regional dengan kepribadian hukumnya masing-masing. ASEAN, ujar Presiden SBY, adalah sebuah organisasi yang bertujuan memperbaiki masyarakat ASEAN.
“Semua tercantum dalam Piagam ASEAN dan kami negara anggota berusaha mewujudkannya. Dengan dibentuknya ASEANSAI ini, saya yakin ini adalah salah satu bentuk nyata upaya kami untuk mencapainya,” ujar Presiden SBY dalam pidatonya di Bali International Convention Center (BICC) kemarin.
Terbentuknya Badan Pemeriksa Keuangan se-ASEAN atau ASEAN Supreme Audit Institutions (ASEANSAI) dengan latar belakang kesamaan budaya, kebutuhan dan tantangan dinilai sebagai salah satu wujud nyata kemajuan komunitas ASEAN.
Pada 2007, menurut Presiden SBY, ASEAN telah menegaskan komitmen mereka untuk membangun Komunitas ASEAN pada 2015 mendatang.
Selaku anggota ASEAN, Indonesia juga menegaskan bahwa Komunitas ASEAN 2015 nantinya tidak hanya komunitas yang menciptakan perdamaian dan kesejahteraan, tetapi juga komunitas yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip pemerintahan yang baik.
Di tengah pertumbuhan ekonomi yang kuat, Presiden SBY mengatakan, pertumbuhan ekonomi ASEAN mampu mencapai 5,7-6,4% yang didukung pasar besar nilai tukar mata uang yang stabil dan situasi regional yang kondusif. Dengan pencapaiantersebut, ASEAN merupakan tempat yang strategis bagi investasi dan bisnis.
Dengan terbentuknya ASEANSAI, ujar Presiden SBY, komunitas yang memiliki demokrasi, transparansi, dan layak diperhitungkan, akan tercapai. “Bank Dunia telah menyatakan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan adalah salah satu pilar integritas nasional dan saya sangat setuju dengan itu. Lembaga audit memiliki tanggung jawab besar dan tentunya tantangan sudah menanti. Maka dari itu, Indonesia mendorong agar ASEANSAI terbentuk dan saya yakin kita akan terus bekerja sama sampai akhir,” papar Presiden SBY.
Sementara, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Indonesia yang dijadikan sebagai Ketua ASEANSAI Hadi Poernomo, mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan salah satu tonggak sejarah bagi kerja sama BPK se-ASEAN. Kerja sama ini memiliki peran strategis karena diharapkan bisa berkontribusi positif bagi Komunitas ASEAN 2015.
Harian Seputar Indonesia