Badan Pemeriksa Keuangan RI mengadakan seminar nasional bertema “Kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia: Kontribusi Untuk Pembangunan Daerah” pada Senin, 12 Desember 2011 di Jakarta. Seminar nasional tersebut dibuka oleh Ketua BPK RI, Hadi Poernomo dan dihadiri oleh para Anggota BPK, anggota DPR, Ketua DPRD se-Indonesia, para kepala daerah, Direktur Utama BPD se-Indonesia, Ketua ASBANDA, Ketua APKASI, Ketua HIPMI, serta para pejabat di lingkungan BPK RI. Acara seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun BPK RI ke-65 tahun, yang jatuh pada 1 Januari 2012.
Ketua BPK mengungkapkan, hasil pemeriksaan BPK menyimpulkan bahwa rancangan dan implementasi sistem pengendalian intern (SPI) dan pelaksanaan operasional BPD wilayah Indonesia belum sepenuhnya mampu secara efektif menjamin tercapainya tujuan pendirian BPD. “Keberadaan BPD belum sepenuhnya optimal berkontribusi mendorong pembangunan di daerah,” tegas Ketua.
Pada kesempatan itu, Anggota BPK Rizal Djalil menjelaskan tentang pemeriksaan BPK terhadap kegiatan operasional BPD di Indonesia. Selain Rizal Djalil, seminar juga menghadirkan pembicara antara lain dari Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, Direktur Investasi PT Jamsostek, Evelyn G. Masassya,  dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achsanul Qosasi.
Seminar ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang terjadi pada pengelolaan dana oleh BPD, memberikan pemahaman yang memadai terhadap pengelolaan dana oleh BPD yang transparan dan akuntabel serta mencari bentuk pengelolaan dana BPD yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas demi terciptanya kemakmuran masyarakat di daerah.
Melalui seminar ini, BPK RI berharap permasalahan mengenai pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan BPD mendapat perhatian dari seluruh pemangku kepentingan sehingga BPD berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, dan efektif sehingga keberadaannya dapat berkontribusi secara optimal bagi pembangunan di daerah.