Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan, akan mengaudit proyek perbaikan jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) dan mengungkapkan temuan hasil audit kasus proyek Hambalang usai Lebaran.
“Untuk audit proyek perbaikan Pantura sedang kami proses. Akhir Lebaran mungkin segera dilakukan. Pelaksanaannya paling cepat setelah Lebaran pekan depan,” kata Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo saat ditemui usai acara pelantikan anggota baru BPK di Jakarta, Kamis (1/8).
Hadi menjelaskan, tahap awal dari keseluruhan proses audit proyek perbaikan jalur Pantura itu sudah mulai dilakukan, seperti pengumpulan data dan pemetaan.
“Jadi, awal prosesnya sudah dilakukan, pengumpulan data dan pemetaan, tinggal memproses saja. Mudah-mudahan setelah Lebaran bisa selesai, tapi kalau sekarang tidak mungkin diproses sebab itu kan masih panjang,” kata dia.
Dia mengatakan, walau ada banyak proyek infrastruktur di Indonesia, BPK akan fokus mengaudit proyek jalur Pantura karena intensitas dan besaran dana yang dikeluarkan untuk proyek tersebut.
“Memang proyek untuk infrastruktur jalan ada banyak, tetapi yang tiap tahun kan Pantura. Jadi, Pantura menjadi fokus kami,” ujarnya seperti dikutip Antara.
Dalam audit tersebut, dia mengatakan, BPK akan fokus pada penyebab selalu dilakukan perbaikan jalur Pantura setiap tahun.”Bagaimana kok sampai setiap tahunnya ada perbaikan, kita kan tidak tahu itu alasan-nya,” ujarnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memverifikasi dokumen yang dilaporkan masyarakat mengenai dugaan korupsi perbaikan jalur Pantura. “Kami menerima laporan-laporan, belum ada tindak lanjutnya, baru diverifikasi,” ungkap Ketua KPK Abraham Samad.
Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013, dana perbaikan jalur Pantura mencapai Rp 1,2 triliun. Perbaikan dan pemeliharaan ini mencakup jalan sepanjang 1.300 kilometer.
Sementara itu, Ketua BPK Hadi Poernomo juga berjanji akan mengungkapkan temuan-temuan hasil audit mengenai kasus proyek Hambalang usai Lebaran. “Memang itu sempat tertunda sebentar. Janjinya kan itu (diumumkan) pada Agustus, tetapi karena ada suatu pengembangan dalam proses penyidikan, maka kemungkinan setelah Lebaran,” kata Hadi
.
Menurut dia, tidak ada kesulitan dalam proses audit, hanya saja hal itu masih dalam proses pengembangan penyidikan yang memerlukan waktu tambahan.
Investor Daily Indonesia