JAKARTA, Humas BPK – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan the Supreme Audit Office of Republic of Poland (NIK) menyelenggarakan seminar bilateral bertema “Audit atas Polusi Udara” yang diselenggarakan secara virtual, pada Kamis (4/2/2021). Seminar ini merupakan implementasi kerja sama bilateral yang telah terjalin sejak tahun 2008.

Kegiatan Seminar bilateral dibuka secara resmi oleh Ketua BPK, Agung Firman Sampurna dengan sambutan dari Presiden NIK, Marian Banas. Adapun narasumber diskusi mengenai pemeriksaan atas polusi udara yaitu Anggota V BPK/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V, Bahrullah Akbar dan Director of the Regional Branch of NIK in Krakow, Jolanta Stawska, dengan moderator Sekretaris Jenderal BPK, Bahtiar Arif.

Dalam sambutannya, Ketua BPK menyampaikan apresiasi atas komitmen yang kuat diantara kedua institusi dalam meningkatkan kapasitas audit sektor publik melalui kerja sama bilateral yang telah terjalin sejak Tahun 2008.

This engagement reflects a strong commitment to improve public sector auditing capacity and seeks to drive momentum toward delivering impacts and value for stakeholders” ungkap Ketua BPK.

Pada kesempatan tersebut, Presiden NIK, Marian Banas menyampaikan apresiasi atas upaya BPK dalam penyelenggaraan seminar bilateral ini, serta menilai bahwa hubungan kedua SAI yang sangat aktif bermanfaat dalam memberikan kontribusi positif pada hubungan kedua negara khususnya dalam menjaga akuntabilitas keuangan negara.

Dalam paparannya, Anggota V BPK menjelaskan bahwa BPK saat ini telah menyusun pedoman Long Form Audit Report (LFAR) berdasarkan ketentuan dan best practices yang ada, serta telah mempersiapkan lima pilot project LFAR. Salah satunya adalah pelaksanaan pemeriksaan kinerja atas pengendalian pencemaran udara dari transportasi darat pada pemerintah provinsi DKI Jakarta. Melalui pemeriksaan ini, BPK telah mengidentifikasi potensi utama permasalahan yang ada sehingga dapat merumuskan rekomendasi yang berguna untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Selanjutnya, dalam paparannya, Director of the Regional Branch of NIK in Krakow, menjelaskan pelaksanaan pemeriksaan atas polusi udara yang dilakukan NIK berfokus pada upaya entitas publik dalam melakukan tindakan yang efektif dan efisien untuk melindungi udara dari polusi. Dalam kesempatan ini, Jolanta Stawska juga berbagi pengalaman dalam pelaksanaan proyek pemeriksaan atas polusi udara oleh NIK bersama dengan 17 negara anggota EUROSAI.

Dari paparan narasumber diskusi dapat disimpulkan bahwa kualitas udara sangatlah penting, namun pengelolaannya sangat komplek dan membutuhkan kerja sama yang terintegrasi antara lembaga publik terkait termasuk didalamnya BPK dan NIK. BPK dan NIK berkontribusi dalam perbaikan pengelolaan dan penanganan polusi udara melalui rekomendasi hasil pemeriksaan yang diberikan kepada para pemangku kepentingan sebagai dasar pengambilan keputusan. Beberapa kendala yang dihadapi oleh pemeriksa dalam pelaksanaan pemeriksaan tersebut diantaranya luasnya ruang lingkup audit, keterbatasan pengetahuan auditor terkait bidang teknis, serta bagaimana menghasilkan laporan pemeriksaan yang memberikan dampak langsung dalam peningkatan kualitas udara.

Sekitar 90 peserta yang terdiri dari Para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya,Pejabat Piminan Pratama, Kepala Subauditorat AKN V dan pejabat dari NIK dengan antusias mengikuti seminar bilateral tersebut. Diharapkan kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam mengoptimalkan metodologi pemeriksaan penanganan polusi udara serta bagaimana menghadapi berbagai tantangan dalam melakukan pemeriksaan tersebut sesuai dengan praktek terbaik internasional.