Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ikut memperingati Hari Antikorupsi Sedunia yang digelar di Silang Tenggara Monumen Nasional, Jakarta, Minggu 9 Desember 2012. Hadir dalam acara ini antara lain Ketua BPK Hadi Poernomo, Anggota BPK yang juga mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, Ketua KPK Abraham Samad, Jaksa Agung Basrief Arief, Kepala Bareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin, juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Dalam sambutannya, Ketua KPK mengatakan bahwa kegiatan ini juga untuk menggalang kesatuan dan kekuatan melawan korupsi yang masih meluluhlantakkan negara. “Kita renungkan betapa bahayanya kejahatan korupsi. Jika tidak ada persatuan, maka kejahatan ini bisa semakin massif,” ujarnya. Untuk itu perlu adanya gerakan bersama menyelesaikan satu permasalahan bangsa ini. Ia mengutip perkataan Mahatma Gandhi, dunia ini menyiapkan semua kebutuhan orang, tapi dunia ini tidak menyiapkan ketamakan dan keserakahan semua orang. Keserakahan ini, menurut Abraham, menjadi cikal bakal korupsi.
Selanjutnya, para pimpinan lembaga negara dan organisasi bersama melakukan Deklarasi Komitmen Bersama dan Penggalangan Tekad “Indonesia, Berani Jujur Hebat!”.
Pada kesempatan itu, Komjen Sutarman menegaskan bahwa komitmen bersama ini akan memberi kekuatan untuk memberantas korupsi. “Korupsi harus dihadapi dengan luar biasa. Kita harus bersatu berantas korupsi sehingga di masa depan korupsi akan berkurang untuk memajukan kesejahteraan rakyat,” tegasnya. Demikian halnya dengan Jaksa Agung Basrief Arief, juga mengatakan bahwa korupsi merusak sendi-sendi perekonomian dan kesejahteraan. Sehingga harus dimulai dari diri sendiri untuk tidak melakukan korupsi.
Kegiatan ini diikuti oleh organisasi dan lembaga yang memiliki tugas dan perhatian terhadap pemberantasan korupsi, yang juga membuka stand mini expo. Organisasi dan lembaga tersebut antara lain KPK, BPK RI, PPATK, UKP4, ICW, UNODC, TII, POLRI, UNDP, GEPAK, juga Ombudsman RI.