JAKARTA, Humas BPK – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) diundang untuk membagikan pengalaman di bidang audit bencana pada hari kedua Webinar on SAIs' Roles in Responding to Crises and Disasters, Rabu (27/1/2021). Webinar ini diselenggarakan oleh Sekretariat organisasi lembaga pemeriksa se-Asia atau Asian Organization of Supreme Audit Institutions (ASOSAI) bekerjasama dengan badan pemeriksa keuangan (Supreme Audit Institution/SAI) Korea sebagai Ketua Special Committee for Feasibility Study on Establishing Working Group on Crisis Management Audit (WGCMA) untuk merespon pandemi COVID-19 yang melanda dunia dan mempersiapkan pembentukan kelompok kerja baru di bidang audit penanganan krisis di lingkup ASOSAI.

Kepada sekitar 150 peserta webinar, Kepala Auditorat III.B Slamet Riyadi memaparkan kondisi geografis Indonesia yang rentan terhadap bencana alam, sejarah penanganan bencana di Indonesia yang melandasi pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2008, dan kebijakan pemerintah dalam hal penganggaran terkait bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet juga memperlihatkan sederetan contoh audit bencana yang dilakukan BPK melalui 3 jenis pemeriksaan: keuangan, kinerja, dan kepatuhan. Secara lebih spesifik, Slamet mengambil contoh kasus pemeriksaan kinerja atas kesiapsiagaan BNPB dan entitas terkait lainnya terhadap erupsi Gunung Merapi, Gunung Sinabung dan Gunung Soputan tahun 2015-2016, serta menjelaskan secara rinci standar, metodologi, tujuan, temuan, dan rekomendasi yang diambil dan dihasilkan dalam pemeriksaan tersebut.

Webinar on SAIs' Roles in Responding to Crises and Disasters ini diselenggarakan selama 3 hari (Selasa-Kamis, 26-28 Januari 2021) dengan menghadirkan tiga topik yang berbeda. Webinar hari pertama (26/1) mengambil topik “SAIs' Roles and Strategies in Responding to COVID-19″ dengan pembicara tamu dari SAI Rusia, SAI Korea, SAI Pakistan, dan SAI Amerika Serikat. Webinar hari kedua, dimana BPK menjadi salah satu pembicara bersama dengan SAI Korea, European Court of Auditors (ECA), dan SAI Jepang, mengambil topik “Audit Standards and Cases on Crisis Management“. Sementara webinar hari ketiga (28/1) akan menghadirkan paparan dari SAI Tiongkok, SAI Thailand, dan SAI India dengan topik “Innovation and Change in Audit: Preparing for the New Normal“.

Selain berperan menjadi pembicara, BPK juga menugaskan sebanyak 18 pegawai dari AKN III, AKN V, AKN VI, Ditama Revbang, dan Biro Humas dan Kerja Sama Internasional untuk turut berpartisipasi dalam webinar ini sebagai peserta. Dengan ikut serta dalam kegiatan internasional ini, BPK tidak hanya mengeksternalisasikan pengetahuan dan pengalamannya kepada komunitas internasional, namun juga dapat belajar banyak dari berbagai pengalaman SAI lain, terutama di bidang audit penanganan bencana dan pengembangan inovasi audit di masa krisis seperti sekarang ini.