Jumat, 1 Juni 2012, Badan Pemeriksa Keuangan RI menyerahkan laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan tahun 2011 kepada Dewan Ketahanan Nasional  di kantor BPK, Jakarta.

Penyerahan dilakukan oleh Anggota BPK, Moermahadi Soerja Djanegara kepada Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Junianto Haroen, disaksikan Auditor Utama Keuangan Negara I, Gatot Supiartono, pejabat struktural di lingkungan Auditorat Keuangan Negara I dan Dewan Ketahanan Nasional.

BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Dewan Ketahanan Nasional Tahun 2011. “Opini ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh jajaran Dewan Ketahanan Nasional dalam melaksanakan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara yang bersih, transparan dan akuntabel,” jelas Anggota BPK dalam sambutannya. Namun demikian kewajaran dalam opini ini bukan berarti  bebas dari kelemahan-kelemahan sebagaimana yang dimuat dalam hasil pemeriksaan yang telah disampaikan oleh BPK. BPK berharap Dewan Ketahanan Nasional dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut dan mempertahankan opini yang telah dicapai pada tahun-tahun mendatang.

Pada hari yang sama, BPK juga menyerahkan laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan tahun 2011 kepada Badan Narkotika Nasional. Penyerahan dilakukan oleh Ketua BPK RI, Hadi poernomo kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Gories Mere, disaksikan oleh Anggota BPK, Moermahadi Soerja Djanegara.

BPK juga memberikan opini WTP atas laporan keuangan BNN Tahun 2011. Pemberian opini WTP tersebut berdasarkan kesesuaian laporan keuangan BNN dengan Standar Akuntansi  Pemerintah. Opini WTP yang diraih BNN tidak dapat diartikan laporan keuangan BNN Tahun 2011 telah disusun berdasarkan suatu Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang sangat baik dan efektif serta telah terbebas dari permasalahan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Dalam sambutannya Ketua BPK mengatakan, dengan bertambahnya lembaga/kementerian yang memperoleh opini WTP akan mempengaruhi opini dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) pada tahun-tahun mendatang sehingga pandangan orang terhadap Indonesia menjadi lebih baik. Prestasi BNN dalam memperoleh opini WTP adalah kerja keras dari semua jajaran BNN, namun BNN perlu bekerja lebih keras untuk mempertahankan opini tersebut karena masih banyak perbaikan yang harus dilakukan, karena opini laporan keuangan bukan merupakan tujuan akhir tetapi merupakan sasaran antara menuju tertibnya administrasi pengelolaan keuangan negara yang bersih, transparan dan akuntabel.