Badan Pemeriksa Keuangan RI, selaku Ketua dan Sekretaris ASEANSAI, terus menjalin hubungan dengan lembaga donor internasional, baik dalam upaya menjaga dan mempertahankan kerja sama yang selama ini telah terbentuk, juga membuka kemungkinan atas berbagai bentuk kerja sama baru maupun mengembangkan bidang area kerja sama yang telah ada sebelumnya.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Wakil Ketua BPK, Hasan Bisri dengan Independent Economic Advisor GIZ, Ms. Ute Eckardt pada Senin, 18 Juni 2012 di Kantor Pusat BPK RI, Jakarta. Menurut Wakil Ketua BPK, pertemuan antara BPK dan GIZ (lembaga kerjasama internasional Pemerintah Federal Jerman) ini dalam rangka penjajakan atas kerja sama antara lembaga donor dengan organisasi SAI (Supreme Audit Institution/lembaga pemeriksa) negara-negara ASEAN (ASEANSAI). ASEANSAI didirikan dengan salah satu tujuannya adalah penguatan kapasitas masing-masing SAI.
Selanjutnya, pada hari yang sama, BPK juga berinisiatif mengundang lembaga donor internasional lainnya, seperti Ausaid yang diwakili oleh Pat Duggan, USAID diwakili oleh Miles Toder, dan World Bank diwakili oleh Rajat Narula , untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang dilakukan ASEANSAI.
Hal ini merupakan upaya ASEANSAI dalam mencapai 3 tujuan, yaitu membangun kapasitas dan meningkatkan kerjasama untuk penguatan institusi pemeriksa, memberikan lingkungan dan fasilitas yang kondusif bagi pengembangan penelitian, pelatihan dan pembelajaran, dan berperan sebagai pusat informasi dan penghubung dengan organisasi internasional dan institusi lainnya dalam area audit sektor publik.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal BPK, Hendar Ristriawan yang juga menjabat Sekretaris ASEANSAI, mengharapkan dukungan dan peran lembaga donor dalam aktivitas ASEANSAI. “Saya berharap bahwa Lembaga Donor Internasional dapat mendukung dan berperan serta dalam aktivitas ASEANSAI untuk membangun kerangka kerja institusi dan kapasitas yang meliputi pertukaran dan penyebaran pengetahuan dan pengalaman dalam audit sektor publik, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik pada negara-negara anggota ASEAN serta mencapai Komunitas ASEAN pada tahun 2015 dengan prinsip pemerintahan yang baik seperti yang tertera dalam Pembukaan Piagam ASEAN,” ungkap Hendar Ristriawan.
Seperti diketahui, ASEANSAI dibentuk untuk menjadi forum kerja sama teknis dalam bidang pemeriksaan sektor publik bagi negara-negara ASEAN. Organisasi ini diharapkan dapat mendukung tata kelola pemerintahan yang baik di wilayah ASEAN dengan fokus kegiatan pada pengembangan kapasitas kelembagaan dan kerja sama teknis terkait dengan isu-isu pemeriksaan yang umum dan penting di wilayah ASEAN.