Jakarta, 16 Oktober 2012, Badan Pemeriksa Keuangan RI mengadakan acara Focus Group Discussion Kinerja Pengelolaan Utang di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.
Forum diskusi dengan tema “Defisit Anggaran, Utang Pemerintah, dan Ketahanan Fiskal“ ini bertujuan agar BPK mendapatkan masukan yang komprehensif, sistematis, juga objektif tentang bagaimana seharusnya pemerintah melakukan pengelolaan utang agar dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini, dibuka secara resmi oleh Plt Auditor Utama (Tortama) Keuangan Negara II, I Gede Kastawa, dan dihadiri oleh pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan umum, Bappenas, Bank Indonesia, dan pejabat di lingkungan BPK RI.
Pada hari pertama, narasumber yang memberikan pemaparan pada sesi I adalah pengamat ekonomi, Dr. Aviliani, Dr. Hendri Saparini, dan Sunarsip, ME, Ak. yang memberikan pemaparan mengenai keseimbangan defisit anggaran, utang dan ketahanan fiscal. Pada sesi II dengan narasumber yang sama memberikan pemaparan mengenai koordinasi kebijakan makro ekonomi terkait pengelolaan utang yang menuju ketahanan fiskal.
Sedangkan pada hari kedua, narasumber dari perwakilan Bank Indonesia, Direktur Treasury PT BNI, Tbk, dan Sunarsip, ME,Ak memberikan pemaparan mengenai Asset and Liability management dalam pengelolaan utang pemerintah. Selanjutnya dipaparkanmengenai Cost effective dan risiko terkendali. Pada sesi terakhir, narasumber Destry Damayanti serta Ivan M. Ihsan, Head of securities Valuation Dept, Indonesia Bond pricing Agency (IBPA) memberikan pemaparan mengenai teknik pricing atas Surat Berharga Negara (SBN).