Dunia telah berubah, termasuk masyarakatnya pun telah berubah. Masyarakat kini lebih menyadari peran mereka sebagai pihak-pihak yang terkait, yang secara individu dapat membawa perbedaan dalam mencapai kebaikan bersama. Masyarakat menjadi lebih berwawasan, responsif, banyak menuntut, dan lebih bersedia untuk terlibat dalam pemerintahan, dibanding masa-masa sebelumnya.
Sebagai akibatnya, pemerintah saat ini berada dalam pengawasan yang ketat seiring dengan tuntutan dunia untuk menjadi lebih transparan, akuntabel, dan terbuka dalam menerima partisipasi publik. Hal ini dinyatakan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada Pertemuan Ketua Supreme Audit Institutions (SAI) Negara-Negara Anggota ASEAN di Bali pada (16/11).
Oleh karena itu, dinyatakan Presiden RI, bahwa keberadaan ASEANSAI dan segenap SAI di kawasan ini,memiliki fungsi strategis untuk membantu mencapai mimpi terciptanya sebuah komunitas yang demokratis, transparan, dan mandiri. Ia juga menyatakan persetujuannya dengan pendapat Bank Dunia yang menganggap SAI sebagai suatu pilar adanya integritas nasional.
Presiden RI juga menegaskan bahwa tuntutan untuk lebih transparan dan menyelenggarakan pemerintah yang baik seiring dengan upaya pemerintah untuk mengikuti tuntutan perkembangan internasional. “Hal ini dikarenakan sebuah pemerintah akan dikatakan baik jika dapat mengatasi berbagai masalah-masalah yang muncul. Jika harus jujur, tidak ada satu pun negara di dunia ini yang kebal terhadap adanya berbagai perubahan global maupun regional.Dan dengan dukungan dari masyarakatnya, setiap pemerintahan akan dapat bertahan dengan kuat dalam menghadapi tantangan tersebut. Itu juga akan menjadi lebih kuat lagi dengan dukungan dari negara-negara lain di kawasan tersebut,” terang Presiden RI.
Sejak didirikan tahun 1967, dinyatakan Presiden bahwa ASEAN telah berkembang menjadi organisasi regional yang berazaskan peraturan, dengan berlandaskan hukum. ASEAN adalah sebuah organisasi yang didedikasikan untuk kebaikan masyarakat Asia Tenggara.
Pada tahun 2007, negara-negara anggota ASEAN telah berkomitmen untuk mewujudkan Komunitas ASEAN pada tahun 2015. “Adalah tujuan kami sejak awal bahwa Komunitas ASEAN tidak hanya merupakan sebuah komunitas yang damai dan sejahtera, namun juga merupakan sebuah komunitas yang taat kepada prinsip-prinsip pemerintahan yang baik,” tutur Presiden RI.
Tujuan tersebut lanjut Presiden RI telah dicerminkan dalam Pakta ASEAN, dan kini pihaknya terus berkomitmen untuk mewujudkan hal tersebut. “Saya percaya, saya turut mewakili pandangan pemimpin ASEAN lainnya, bahwa berdirinya ASEANSAI adalah sebuah tonggak dalam upaya bersama mewujudkan tujuan ini,” lanjut Presiden RI.
Pentingnya keberadaan
ASEANSAI ini juga ditegaskan oleh Ketua ASOSAI Mr. Muhammad Akhtar Buland Rana, bahwa dalam berbagai bidang profesional yang berhubungan dengan manajemen finansial dan pemerintahan, perkembangan di dunia mengarah kepada pengadopsian standar-standar tertentu.
“Tren ini menggaris bawahi fakta adanya keseragaman tujuan dari masyarakat dalam hal pengaturan sumber daya publik yang langka. Hal ini tercermin dari adopsi praktik-praktik terbaik internasional yang secara sistematis diterjemahkan menjadi sebuah standar operasional dalam berbagai macam profesi,” tegasnya.
Untuk itu, tambah Mr. Muhammad Akhtar Buland Rana, seiring dengan kecenderungan mengadopsi standar baku, kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki tingkat perkembangan ekonomi dan sosial yang bervariasi, hal ini semakin menguatkan diperlukan adanya standar yang universal untuk menyamakan pandangan.
Strategisnya peranan ASEANSAI ini juga ditegaskan oleh Ketua BPK RI Hadi Poernomo. Bahkan peran strategis tidak hanya untuk pengembangan kapasitas SAI anggota-anggota ASEAN, namun juga memberikan kontibusi yang positif dan membangun dalam mencapai ASEAN Community pada tahun 2015.
ASEANSAI merupakan organisasi lembaga pemeriksa (SAI) yang dirancang menjadi sebuah forum untuk meningkatkan kapasitas dan kerja sama di bidang pemeriksaan keuangan negara di antara SAI negara-negara anggota ASEAN. Menurut Hadi Poernomo forum tersebut terwujud melalui tahap persiapan yang singkat. Bahkan kurang lebih 9 bulan sejak ide ini pertama kali dicetuskan.
Ide ini kemudian diikuti oleh langkah-langkah konkrit seperti dialog dengan SAI negara-negara anggota ASEAN agar mendapatkan dukungan dan komitmen dalam pembentukan ASEANSAI. Selanjutnya,pada bulan Juli 2011, technical meeting diadakan, yang diikuti dengan pertemuan pejabat senior pada bulan Oktober 2011 yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Pertemuan tersebut dilangsungkan untuk mendiskusikan dan merumuskan Perjanjian ASEANSAI yang diresmikan dan ditandatangani pada pembukaan Konferensi SAI negara-negara anggota ASEAN.
Beberapa keputusan penting dihasilkan dalam sidang pertama kalinya ASEANSAI. Salah satunya penunjukkan Hadi Poernomo sebagai Ketua ASEANSAI periode 2011 – 2013. Lalu berdasarkan ASEANSAI Agreement pasal 6 ayat 3, anggota pertemuan menyetujui penunjukan wakil ketua sesuai dengan urutan alphabet nama negara, yaitu dimulai dari huruf “A” . Ketua Jabatan Audit Brunei Darussalam ditunjuk sebagai wakil ketua ASEANSAI.
Sebagai bagian dari pemerintahan sebuah negara, dinyatakan Hadi Poernomo, SAI memiliki sejumlah peranan penting. Diantaranya adalah mengaudit penyelenggaraan dan akuntabilitas dari dana publik. Selain itu SAI juga memiliki tanggung jawab dan peranan untuk mempromosikan good governance dan memberikan jaminan bahwa dana tersebut digunakan sepenuhnya untuk keuntungan masyarakat luas. “Mengingat tanggung jawab tersebut, maka SAI harus meningkatkan kapasitasnya bersama-sama dalam melaksanakan tugas sesuai mandat melalui ASEANSAI,” ajak Hadi Poernomo.
Berdirinya ASEANSAI didasarkan pada berbagai faktor. Diantaranya adanya persamaan dalam hal budaya,kebutuhan,dan tantangan di bidang audit sektor publik, dan juga mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan solidaritas.
Meski demikian, lanjut Hadi Poernomo upaya untuk mendirikan ASEANSAI tidak dapat terealisasikan tanpa dukungan dan komitmen dari segenap SAI negara-negara anggota ASEAN yang terlibat dalam Konferensi SAI tersebut.
Untuk itu, Hadi Poernomo menyatakan penghargaan dan apresiasi terhadap seluruh Ketua SAI dari negara-negara anggota ASEAN. Yaitu Jabatan Audit Brunei Darussalam, National Audit Authority of the Kingdom of Cambodia, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, State Audit Office of Lao Peoples Democratic Republic, Jabatan Audit Negara Malaysia, The Office of the Auditor General of the Union the Republic of the Union of Myanmar, Commission on Audit of the Republic of the Philippines, Auditor General Office of Singapore, Office of the Auditor General of Thailand, dan State Audit Officeof the Socialist of Vietnam.
Harian Seputar Indonesia