Kementerian dan Lembaga (K/L) diimbau untuk menjaga kualitas laporan keuangan supaya memperoleh hasil yang baik dalam audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mulai akhir Maret mendatang.
Untuk menjaga kualitas laporan tersebut, Kemenkeu mengadakan forum pertemuan dengan seluruh K/ L untuk meningkatkan penindaklanjutan temuan-temuan BPK pada laporan keuangan 2011.
Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo menjelaskan, pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan 10 K/L dalam rangka persiapan audit Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2012. Dengan pertemuan ini kinerja LKPP diharapkan bisa lebih baik dibandingkan pada perolehan audit tahun lalu.
“Penting sekali menjaga dan menindaklanjuti temuan-temuan audit 2011 supaya pada 2013 ini kita punya laporan keuangan pemerintah pusat yang lebih baik atau kementrian lembaga yang sudah baik jangan sampai jatuh karena kami tidak menjaga kualitas lapangan keuangan,” ujar Menkeu di Jakarta, Senin (11/2).
Lebih lanjut, Menkeu menyoroti tiga hal utama yang menjadi temuan BPK dalam audit LKPP tahun lalu, yakni inventarisasi atau penilaian aset, pendapatan negara bukan pajak (PNBP), dan mekanisme hibah.
Untuk PBNP, kata dia, ada banyak yang diterima K/L tanpa ada peraturan yang jelas, atau diterima dan langsung dipergunakan tanpa proses anggaran yang benar. Sedangkan pada mekanisme hibah, lanjut Menkeu, banyak yang sudah dipergunakan, tetapi tidak dicatat sesuai aturan yang ada.
“Ini dipelajari, banyak K/L diajak mempersiapkan diri supaya kualitas laporan keuangan 2012 (ketika) diaudit lebih baik,” kata Menkeu. (wyu)
Investor Daily Indonesia