Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat adanya kerugian, potensi kerugian, serta kekurangan penerimaan negara sebesar Rp9,72 triliun akibat ketidakpatuhan lembaga negara dan entitas tertentu. Temuan itu diperoleh BPK setelah melakukan pemeriksaan selama semester II/2012 terhadap 709 objek pemeriksaan yang meliputi 154 objek pemeriksaan kinerja, 450 objek pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT), serta 105 objek pemeriksaan keuangan.
“Hasil pemeriksaan BPK mengungkapkan sebanyak 12.947 kasus senilai Rp9,72 triliun,” tutur Ketua BPK Hadi Poernomo dalam sidang paripurna DPR di Gedung DPR/MPR kemarin.
Berdasarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHP) semester II/2012 yang disampaikan BPK kepada DPR kemarin, total kerugian, potensi kerugian, serta kekurangan penerimaan tersebut lebih disebabkan lemahnya sistem pengendalian intern (SPI), penyimpangan administrasi serta ketidakhematan dan ketidakefisienan. Dari jumlah 12.947 kasus tersebut, sebanyak 3.990 kasus senilai Rp5,83 triliun terjadi karena adanya ketidakpatuhan. Sebanyak 4.815 kasus terjadi karena kelemahan SPI, 1.901 kasus karena penyimpangan administrasi, dan 2.441 kasus karena ketidakhematan, ketidakefektifan, serta ketidakefisienan.
“Nilai temuan tersebut bukan jumlah yang kecil. Temuan tersebut juga terjadi secara berulang setiap tahun,” papar Hadi.
Mantan Dirjen Pajak tersebut menambahkan, selama semester II/2012, BPK juga memeriksa 94 laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) dari tingkat provinsi ataupun kabupaten/kota tahun anggaran 2011. Dari 94 LKPD, tidak satu pun yang mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Sebanyak 33 LKPD mendapatkan opini wajar dengan pengecualian (WDP), 3 LKPD memperoleh opini tidak wajar (TW), serta 58 mendapatkan opini tidak memberikan pendapat (TMP).
Di tempat yang sama, Menteri Keuangan Agus Martwoardojo menghargai upaya BPK untuk ikut menyoroti kinerja penyerapan barang modal serta keefektifannya. Pasalnya, belanja modal berdampak langsung pada masyarakat. “Kalau kita bisa capai belanja modal seperti 2011 (97%) pasti manfaat kepada masyarakat dan pertumbuhan ekonomi juga lebih baik,” tandasnya.
Harian Seputar Indonesia