Penyidik Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri mendalami keterlibatan pemenang tender dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan peralatan pembangunan fasilitas produksi, riset, dan alih teknologi produksi vaksin flu burung untuk manusia di Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, pemenang tender dalam kasus ini adalah PT Anugerah Nusantara yang diduga merupakan milik mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat.
“Jadi begini, penyidik masih mendalami vendor. Vendor itu adalah orang yang terkait dengan penyediaan, penyuplai barang yang ada di proyek ini. Jadi, fokusnya masih di sana sebagai mana yang pernah kita sampaikan ada tiga vendor yang bekerja sama dengan mereka yang menang lelang,” ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.
Penyidik Polri sudah memeriksa pihak-pihak dari tiga vendor tersebut. Menurut Boy, Polri masih terus mengembangkan kasus ini. Penyidikan Polri juga mengacu pada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan dugaan jumlah kerugian negara dalam proyek ini senilai Rp300 miliar. “Nanti kita berkoordinasi lanjutan dengan BPK,” papar dia.
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan pihaknya menyerahkan persoalan ini kepada hukum. Kementerian Kesehatan juga fokus pada penyelamatan aset negara. Nafsiah mengatakan, Kemenkes sudah membentuk tim kajian untuk menelusuri kasus ini.
Harian Seputar Indonesia