Untuk ketiga kalinya, setelah sebelumnya dilaksanakan di Bali pada tahun 2016 dan di Surabaya pada awal tahun 2017, Pusat Pendidikan dan Pelatihan BPK kembali menyelenggarakan Workshop Eksekutif Pemeriksaan Kinerja pada tanggal 17 s.d. 19 Oktober 2017. Workshop khusus yang hanya diikuti oleh para eksekutif yang dalam hal ini adalah para Kepala Auditorat dan Kepala Perwakilan ini merupakan wujud pengembangan kompetensi pemeriksaan kinerja di BPK.
Bertempat di Balai Diklat BPK Medan pada hari Senin (16/10/17), Wakil Ketua BPK, Bahrullah Akbar membuka workshop, yang juga dihadiri oleh Anggota V BPK, Isma Yatun, Pejabat Eselon 1 BPK, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Ibnu Sri Utomo, serta para akademisi, fasilitator dan peserta workshop.
Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Ketua menekankan bahwa BPK harus meningkatkan nilai dan manfaat pemeriksaannya melalui pemeriksaan kinerja, untuk memenuhi harapan para pemangku kepentingan atas peran BPK dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah, serta sejauh mana BPK dapat memberikan sumbangsih bagi perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih lanjut, beliau menyatakan bahwa salah satu pilar terpenting bagi keberhasilan pemeriksaan kinerja adalah kepemimpinan dan tata kelola, yang fungsinya dijalankan oleh top management. Sehingga para peserta selaku manajemen yang menjalankan fungsi pengendalian mutu laporan pemeriksaan di BPK, memiliki peran yang besar dalam menentukan implementasi strategi pemeriksaan kinerja BPK.
Sementara itu, Anggota V BPK melalui arahan yang disampaikan mengharapkan fungsi top management BPK akan memiliki persepsi yang sama atas pemeriksaan kinerja, lebih memahami aspek kebijakan dan organisasi serta proses bisnis dengan baik sehingga tujuan pemeriksaan kinerja menjadi lebih tepat, dapat meningkatkan implementasi atas standar dan metodologi pemeriksaan kinerja, dapat meningkatkan kualitas simpulan dan rekomendasi yang pada akhirnya bermanfaat dalam memperbaiki sistem dan tata kelola pemerintah, serta dapat meningkatkan kualitas komunikasi sesuai dengan perannya.
Menggunakan metode pembelajaran experiential learning yang terdiri dari penyampaian materi, pertukaran pengetahuan dan pengalaman, narasumber yang diundang adalah Kepala Direktorat Utama Revbang, Slamet Kurniawan, Staf Ahli Bidang BUMN, BUMD, dan Kekayaan Negara/Daerah Yang Dipisahkan Lainnya, Novy Gregory Pelenkahu, Senior Advisor ANAO, Andrew Pope, dan Kepala Biro Humas & Kerja Sama Internasional, R. Yudi Ramdan Budiman.
Pada akhirnya, melalui workshop ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan kualitas pemeriksaan kinerja di satkernya masing-masing, sehingga visi BPK dalam Rencana Strategis BPK tahun 2016-2020 yaitu pemeriksaan yang berkualitas dan bermanfaat bagi para stakeholders dapat menjadi kenyataan.