Rabu, 5 September 2012, Badan Pemeriksa Keuangan RI menyelenggarakan workshop mengenai International Standards of Supreme Audit Institution (ISSAI) bidang financial audit dan compliance audit di Auditorium Pusdiklat BPK RI, Jakarta.
Forum diskusi/workshop ini merupakan salah satu implementasi kerja sama antara BPK dengan Swedish National Audit Office (SNAO) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2007 khususnya di bidang pemeriksaan keuangan bank sentral. Tujuan dilaksanakannya workshop ini untuk meningkatkan kapasitas BPK di bidang pemeriksaan keuangan dan kepatuhan, khususnya terkait dengan deteksi korupsi dan kecurangan.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua BPK, Hasan Bisri, dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal BPK, Hendar Ristriawan, Deputy Auditor General of SNAO, Chair of INTOSAI Financial Audit Sub-Committee (FAS), Gert Jonsson, INTOSAI Compliance Audit Sub-Committee, Vani Sriram, Project Director of FAS, Jonas Hallstrom, pakar akuntansi dan audit forensik, Theodorus Tuanakotta, serta 65 orang dari Auditorat Keuangan Negara dan 28 kantor perwakilan BPK yang terdiri dari Ketua Tim Senior dan Penanggung Jawab Pemeriksaan.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua BPK mengatakan bahwa acara ini digunakan untuk menimba ilmu dan belajar bagaimana melaksanakan audit laporan keuangan yang baik untuk memenuhi harapan publik tentang audit laporan keuangan. Begitu besarnya harapan publik kepada BPK, mereka berharap ketika BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) maka bebas dari segala macam ketidak patuhan, korupsi dan ketidakpatutan.
“Kita menyadari betapa beratnya memberikan opini atas sebuah laporan keuangan, sehingga kita harus merubah paradigma yang kita pegang selama ini bahwa audit laporan keuangan hanya menyangkut accounting teknis, tetapi audit laporan keuangan harus disikapi sebagai sebuah audit menyeluruh termasuk didalamnya mengenai/kemungkinan deteksi terhadap segala macam bentuk penyimpangan (korupsi)”, tegas Wakil Ketua.
Selain itu, untuk mengurangi terjadinya gap expectation, dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan berbasis resiko. Peserta diharapkan mampu mengenali resiko-resiko potensial yang terjadi di setiap sektor, entitas dan instansi karena ada dua hal yang besar di Indonesia yang paling beresiko di dalam pengelolaannya yaitu pengadaan barang dan jasa serta industri perbankan.
Dari forum diskusi/workshop ini diharapakan peserta dapat memperoleh pengetahuan, pengalaman bagaimana cara mendeteksi kecurangan, ketidakpatuhan, ketidakpatutan yang dapat berpengaruh terhadap opini atas laporan keuangan. Serta bagaimana merancang metodologi pemeriksaan, prosedur audit atas laporan keuangan agar auditor di BPK mampu mendeteksi segala kemungkinan fraud sekecil apapun. Pada forum diskusi ini juga diharapkan para peserta dapat menggali secara mendalam dua hal mendasar yang diterapkan dan dikembangkan oleh ISSAI dan kelompok kerja INTOSAI yaitu pendeteksian kecurangan dalam pemeriksaan keuangan serta pengaruh terhadap ketidakpatuhan terhadap opini atas laporan keuangan termasuk ketidakpatuhan dalam aspek lingkungan.